Sesuai hasil rapat umum seluruh Hakim, Pejabat Struktural dan Fungsional serta seluruh Pegawai dan Tenaga Honorer, maka akan ada apel setiap hari Senin setiap bulannya, dengan petugas apel secara bergantian. Dan di hari Senin yang cerah ini, pada tanggal 15 Mei 2017 di mulai apel perdana dengan Pembina Apel yaitu Wakil Ketua Bapak Drs. H. Wahyudi,S.H., M.H, Komandan Apel Panitera Bapak H. Muhammad Salman, S.Ag. M.H, Pembawa Acara Ibu Safiah, S.Ag.,M.H dan Pembaca Doa Bapak Drs. H. M. Asy’ari, S.Ag., S.H., M.H
Acara pertama yaitu pembacaan 10 budaya malu yang diikuti oleh semua peserta apel, adapun 10 budaya malu tersebut adalah :
“ Kami aparatur Pengadilan Agama Samarinda senantiasa :”
- Malu terlambat masuk kantor
- Malu tidak berseragam dinas
- Malu berseragam tanpa atribut
- Malu sering tidak masuk kerja
- Malu sering keluar tanpa keterangan
- Malu bekerja tanpa program
- Malu pulang sebelum waktunya
- Malu tidak bertanggung jawab terhadap pekerjaan
- Malu pekerjaan terbengkalai
- Malu tidak bertata karma dan tidak sopan santun
Selanjutnya amanat Pembina Apel, beliau menyampaikan beberapa hal, kegiatan apel seperti ini akan menjadi rutinitas kedepannya, apabila kegiatan yang dilaksanakan secara berulang-ulang akan membentuk sikap seseorang yang semula tidak biasa akan menjadi biasa dan akhirnya akan menjadi adat kebiasaan.
| |
|
Kita patut bersyukur dengan gedung yang kita miliki saat ini berdiri begitu megah dibandingkan dengan kantor yang lain, yang saat ini lagi dalam pemeliharaan dalam 2-3 bulan kedepan akan mengalami perubahan didalam pelayanan. Sebagai aparatur peradilan, modal yang harus dimiliki adalah salah satunya Disiplin. Tapi disiplin ini tidak bisa dipaksa, akan muncul dengan sendirinya. Alhamdulillah sebagai orang yang beriman kita sudah diajarkan oleh Allah SWT dengan berbagai ibadah. Kesabaran, keberhasilan akan diraih tidak bisa dengan simsalabim harus dengan melalui proses /tahap demi tahap. Sikap toleransi dan saling membantu sangat diperlukan di dunia pekerjaan. [*Nie]
