SIAPAKAH KAWAN DAN LAWAN IBLIS
Oleh: Taufikurrahman
Wahab bin Munabbih, pernah menceritakan, bahwa Allah Swt memerintahkan kepada Iblis untuk datang kepada Nabi Muhammad Saw dan menanyakan beberapa pertanyaan. Dengan menyerupai orang tua renta, sambil memegang tongkat dan berwajah cerah, Iblis pun menghadap baginda Rasul. Siapakah anda ? Tanya Rasul. Aku adalah Iblis, ia menjawab pertnyaan Nabi saat bertemu di salah satu sudut kota Madinah. Mengapa engkau menemui aku, Tanya Rasul. Allah Swt telah memerintahkan kepadaku untuk menemui dan menjawab pertanyaan-pertanyaanmu, kata Iblis.
Ada dua pertanyaan Rasulullah Saw kepada Iblis prihal musuh dan shahabat Iblis. Siapa-siapa saja dari ummatku yang menjadi kawan dan siapa pula yang menjadi lawanmu, Tanya Nabi Saw kepada Iblis.Wahai Muhammad, kata Iblis, ada lima belas jenis musuhku yang termasuk di dalam ummatmu. Pertama, adalah dirimu wahai Muhammad. Kedua, pemimpin-pemimpin yang adil. Ketiga, orang-orang kaya yang rendah hati. Keempat, para pedagang yang jujur, tidak mengurangi timbangan, tidak pula mengurangi takaran dan ukuran. Kelima, para ulama yang khusyu’ dalam shalatnya. Keenam, orang-orang mukmin yang setia. Ketujuh, orang-orang mukmin yang memiliki sifat kasih sayang. Kedelapan, orang yang bertobat dengan taubatan nasukha. Kesembilan, orang yang wara’ atau selalu menghindar dari perbuatan yang haram. Kesepuluh, orang mukmin yang senantiasa dalam keadaan bersuci. Kesebelas, orang mukmin yang senantiasa bersedekah. Kedua belas, orang mukmin yang berakhlak mulia. Ketiga belas, orang mukmin yang bermanfaat bagi orang mukmin lainnya. Keempat belas, orang mukmin yang senantiasa membaca Al Qur’an. Kelima belas, orang mukmin yang bangun tengah malam kemudian beribadah sementara orang lain tidur dengan lelapnya.
Jika sifat-sifat tersebut di atas ada pada diri seseorang, maka ia termasuk musuh iblis. Karena iblis tidak berteman kepada orang-orang yang rajin beribadah dan selalu mendekatkan diri kepada Allah.
Adapun pertanyaan Nabi Saw berikutnya adalah, siapakah dari ummatku yang termasuk shahabat-shahabatmu wahai Iblis. Ada sepuluh kelompok dari ummatmu hai Muhammad yang termasuk shahabat-shahabatku. Mereka itu adalah; Pertama, pemimpin yang zalim. Kedua orang kaya yang sombong. Ketiga, pedagang yang khianat. Keempat, orang-orang yang suka meminum minuman yang memabukkan. Kelima, orang-orang yang suka mengumbar omongan orang lain yang sering disebut al-qottat. Keenam, orang yang suka melakukan perbuatan baik tetapi karena riya. Ketujuh, orang yang memakan harta anak yatim. Kedelapan, orang yang meremehkan perintah shalat. Kesembilan, orang yang enggan membayar zakat. Kesepuluh, orang yang suka berangan-angan panjang dan menunda perbuatan baik. Itulah kawan dan lawanku kata Iblis.
Dari dialog iblis dengan Nabi Saw tersebut terlihat jelas mana kawan dan mana musuh iblis. Hanya diserahkan kepada kita semua untuk memilih apakah termasuk dalam kategore orang-orang yang menjadi musih iblis karena selalu mendekatkan diri kepada Allah, selalu melaksanakan perintah Allah dan RasulNya. Atau sebaliknya menjadi teman iblis karena selalu mendurhakai Allah dan melakukan larangan Allah. Semoga selama bulan ramadhan ini kita selalu berusaha melatih diri untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah dan jauh dari godaan iblis. Amin.
Samarinda, 7 Ramadhan 1443 H.
