Selamat Datang di pengadilan agama Samarinda   Click to listen highlighted text! Selamat Datang di pengadilan agama Samarinda Powered By GSpeech

WhatsApp Image 2020 02 15 at 13.34.59

Written by Super User on . Hits: 1399

 DENDAM SAAT BERBUKA

Oleh: Taufikurrahman

Beberapa tahun yang lalu di bulan ramadhan ada seorang da’i cilik tausiah di aksi jonior yang disiarkan langsung oleh salah satu televisi swasta, Sajad namanya. Sambil tausiyah ia menyanyikan sebuah lagu yang dikarangnya sendiri.  Diantara bait lagu tersebut adalah;  Ada anak bertanya pada bapaknya, berapa lama lagi waktu berbuka. Ada anak bertanya pada ibunya, di meja makan ada apa saja.   Di meja makan ada nasi sop, pecel, kolak dan banyak lagi makanan dan minuman yang disebutnya dalam lagu itu. Lagu  ini memberi gambaran saat berbuka puasa, banyak makanan  yang  disediakan. Semuanya disikat habis kata Sajad. Acara televisipun yang paling digemari adalah  bedug azan magrib, begitu lanjutan lagunya.

              Bila  bedug berbunyi dan azan dikumandangkan pertanda buka puasa telah tiba, inilah saat yang paling ditunggu. Berbuka puasa memang suatu keharusan untuk mengakhiri puasa di hari yang bersangkutan. Rasulullah juga mengajarkan sunnah hukumnya  menyegerakan berbuka jika waktu magrib telah tiba. Beliau mencontohkan berbuka  dengan  sederhana sekali, hanya 3 biji korma dan segelas air. Disunatkan pula dengan makanan yang manis-manis saat berbuka. Tidak dianjurkan berbuka makan yang berlebihan.

              Rasulullah tidak pernah mengajarkan berbuka puasa dengan berlebih-lebihan. Makan dan minumlah tetapi jangan berlebihan, karena Allah tidak suka kepada orang yang berlebihan, demikian pesan yang dapat diambil pada surat al-A’raf ayat 31.  Tidak baik  perut  dalam keadaaan kosong kemudian mendadak diisi penuh. Dari sudut pandang kesehatanpun juga tidak dibolehkan. Begitu pula jika dilihat dari sisi agama, apalah artinya berpuasa menahan hawa nafsu dari terbit fajar sampai tenggelam matahari, menahan makan dan minum  lalu kemudian diumbar saat berbuka puasa. Makan sekenyang-kenyangnya, minumpun dengan sepuas-puasnya. Dan apa yang terjadi disaat  perut kenyang sulit bergerak akhirnya shalat magribpun tertunda dan tarawihpun menjadi malas. Karena itu berbuka yang berlebihan, seakan melakukan balas dendam setelah seharian tidak makan dan tidak minum.

Memang ada kebiasaan  di Indonesia yang mungkin tidak ada di negara lain, yaitu pasar ramadhan khusus melayani menu berbuka puasa.  Selera perut lapar, tenggorokan yang terasa kering saat siang hari, membuat banyak keinginan. Penganan  sop dan sayur asem menjadi penyegar selera. Sate dan ayam panggang juga menarik perhatian karena aromanya yang menyengat. Minuman  segar yang berwarna-warni membuat nafsu berselera menyantapnya.Tidak terasa bermacam-macam makanan dan minuman yang dipersiapkan untuk berbuka. Nafsu dapat dikendalikan selama sehari, namun saat berbuka nafsu tidak tertahankan lagi, dan nilai-nilai  ibadah puasapun diabaikan. Karena itu berpuasa artinya menahan nafsu, tetapi tidak hanya pada siang hari, namun nafsu perlu dikendalikan  saat berbuka. Mengendalikan  hawa nafsu  bukan perkara gampang,  bahkan boleh dikatakan  perjuangan yang berat, sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah saat pulang dari peperangan melawan orang-orang kafir. Kita baru saja pulang dari suatu   perjuangan yang kecil dan kita akan menghadapi perjuangan yang lebih besar kata nabi. Shahabat yang mendengarpun merasa heran kenapa perjuangan melawan orang-orang kafir yang memerlukan tenaga dan bahkan bisa mengorbankan jiwa dikatakan  oleh rasulullah kecil. Shahabat lalu bertanya. Perjuangan apakah itu hai rasul? Beliau menjawab perjuangan melawan hawa nafsu. Puasa merupakan  perjuangan melawan hawa nafsu. Menahan nafsu saat berbuka, tidak berlebihan  dalam menyantap makanan dan minuman, merupakan anjuran dalam berpuasa, jangan sampai ada demdam saat berbuka.  Allah berfirman dalam surat al-A’raf ayat 31;

وكلوا وشربو ا  ولاتسرفوا  انه  لايحب  المسرفين                

Makan dan minumlah tetapi jangan berlebihan, Karena Allah tidak suka kepada orang yang berlebihan.  

                      Samarinda, 3 Ramadhan  1443 H

 

Download File PDF

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Samarinda

JL. Ir. H. JUANDA NO 64. SAMARINDA
KALIMANTAN TIMUR

 

Telp: 0541-742018

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Email Tabayun : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

fb.logo instagram 1581266 960 720

maps1 Lokasi Kantor

Copyright IT Support PA.Smd@2025
Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech