MARHABAN YA RAMADAN
Oleh: Taufikurrahman.
Kementerian Agama Republik Indonesia kemaren menetapkan tanggal 1 ramadan 1443 Hijriah jatuh pada hari Ahad tanggal 3 April 2022. Ada dua metode yang digunakan Kementerian Agama dalam penentuan awal ramadan, yaitu metode hisab dan rukyat. Tadi malam Menteri Agama menggelar rapat yang dihadiri oleh berbagai komponen dan organisasi Islam seperti Nahdhatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia, dan lain-lainnya.
Hasil keputusan sidang isbat penentuan awal ramadan diumumkan untuk dilaksanakan oleh ummat Islam di Indonesia. Sebagai kaum muslmin kita sangat bersyukur telah dipertemukan lagi dengan bulan yang mulia, bulan yang penuh berkah dan magfirah. Banyak do’a kita yang dipanjatkan agar dipertemukan Allah kedalam bulan Ramadan. Allahumma bariklana fi rajab wa syakban waballigna Ramadan. Ya Allah berkahilah kami di bulan rajab dan syakban serta pertemukan kami bulan Ramadan.
Allah telah mengabulkan do’a kita dan Ramadan telah tiba. Kaum muslimin menyambut kedatangannya dengan ucapan Marhaban Ya Ramadan. Artinya selamat datang bulan Ramadan. Ucapan selamat datang Ramadan tidak digunakan dengan kata Ahlan ya Ramadan tetapi dengan kalimat Marhaban ya Ramadan. Meskipun kedua kata tersebut mempunyai makna yang sama yaitu selamat datang..
Kedua istilah tersebut sama-sama berasal dari bahasa arab dan mempunya arti yang sama tetapi berbeda dalam tujuan penggunaannya. Kata marhaban diambil dari rahb, yang berarti luas atau lapang. Sehingga ucapan marhaban menggambarkan bahwa tamu yang datang disambut dengan dada yang lapang dan penuh kegembiraan serta disiapkan tempat yang luas untuk melakukan yang diinginkan.
Sedangkan kata Ahlan berasal dari kata ahl berarti keluarga.dan kata sahlan berasal dari kata sahl yang berarti mudah, sehingga ungkapan ahlan wasahlan digunakan ucapan selamat datang yang kita sedang berada di tengah keluarga dan mudah.
Mengapa istilah marhaban kata yang digunakan dalam menyambut Ramadan. Pertanyaan itu dapat dijawab, karena bulan Ramadan memiliki keistimewaan, sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya; Seandainya ummatku mengetahui (semua) keistimewaan Ramadan, niscaya mereka mengharap agar semua bulan menjadi Ramadan. Di bulan Ramadan ada malam qadr, (lailatulqadr) malam penentuan, yang akan menemui setiap orang yang mempersiapkan dirinya sejak dini untuk menyambutnya.
Apa yang harus dipersiapkan dalam menyambut Ramadan? Bagi kita umat yang beriman tentu dengan mempersiapkan jiwa yang suci dan tekad yang membaja untuk memerangi nafsu, menghidupkan malam Ramadan dengan salat dan tadarus Al Qur’an, begitu juga pada siang harinya kita isi dengan ibadah dan pengabdian.
Ada do’a yang dibaca di bulan Ramadan diajarkan oleh Rasulullah agar supaya mendapat kesehatan, kekuatan dan keselamatan untuk beribadah di bulan Ramadan. Do’a tersebut adalah:
اللهم اَهِلّهُ عَلَيْنَا بِا ليُمْنِ والايْمَا نِ والسّلا مَةِ والاسْلا مِ ربّي ورَبّكَ الله
Ya Allah mohon berikan kepada kami dalam menjalani Ramadan tahun ini ketenangan, keimanan, keselamatan dan kedamaian, Rabbi warabbukallah.
Marhaban ya Ramadan, Kami menyambut kedatanganmu dan siap melakukan ibadah demi memperoleh kemuliaan dan keberkahan itu, semoga kami semua menjadi orang-orang yang muttaqien, sebagaimana Allah berfirman: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Al-Baqarah 183).
Samarinda, 1 Ramadan 1443 H.
