Homeberita smdPuncak Acara HUT MA-RI 71

Puncak Acara HUT MA-RI 71

Peradilan se-Kalimantan Timur dan Utara,
Tekadkan Bersama Gapai Kembali Kepercayaan Publik

Sumber | www.pta-samarinda.net  [19/08/2016]

 Setelah beberapa kegiatan gabungan 4 (empat) lingkungan Peradilan se-Kalimantan Timur dan Utara terlaksana mulai acara halal bil halal yang dipusatkan di Pengadilanh Tinggi Samarinda. Kemudian acara senam sehat, donor darah, perlombaan-perlombaan dan pembagian door-prize yang dipusatkan di Pengadilan Negeri Samarinda. Maka hari ini Jum’at [19/08/2016], mulai tepat pukul 08.30 WITA, acara puncak peringatan HUT Mahkamah Agung RI dilaksanakan dengan diawali upacara pengibaran bendera sang Merah Putih, kemudian dilanjutkan dengan acara tasyakuran dengan pemotongan nasi tumpeng, makan bersama dan hiburan.

Upacara digelar di halaman depan gedung kantor Pengadilan Tinggi Agama Samarinda, dan dilaksanakan dengan mengikuti tatacara upacara Militer, mengingat seluruh petugasnya dari Pengadilan Militer I-07 Balikpapan. Adapun Susunan petugasnya adalah sebagai berikut :

  • Perwira : Mayor Chk Rudi Dwi Prakamto, S.H. (Hakim Dilmil I-07 Balikpapan)
  • Pembina : Drs. H.M. Yamin Awie, S.H, M.H. (Ketua PTA Samarinda)
  • Komandan : Mayor Sus Sariffuddin Tarigan, S.H, M.H. (Hakim Dilmil I-07 Balikpapan)
  • Pengibar Bendera : Anggota TNI dari DenPOM VI/1 Samarinda
  • Ajudan : Mulia Rahman (Staf Pengadministrasi Umum PTA Samarinda)
  • Pembawa Acara :Dessy Mustika, S.H. (Staf Pengadministrasi Umum PTA Samarinda)
  • Pembaca Do’a : Drs. Tamimudari, M.H. (Hakim PA Samarinda) : Doa Download disini
 
Detik-detik Pengibaran sang Saka Merah Putih pada upacara peringatan HUT MARI ke-71 di halaman depan gedung kantor Pengadilan Tinggi Agama Samarinda

Peserta upacara terdiri dari Hakim Tinggi (Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Tinggi Agama Samarinda), Seluruh Ketua dan Wakil Ketua beserta isteri (Pengadilan Negeri dan Agama se-Kalimantan Timur dan Utara), Ketua dan Wakil Ketua beserta Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda, Kepala Pengadilan Militer I-07 Balikpapan beserta Isteri, Seluruh Hakim, Panitera dan Sekretaris dari 4 (empat) lingkungan Peradilan se-Kalimantan Timur dan Utara, serta Ibu-ibu Dharmmayukti Karini Daerah Samarinda. Upacara berjalan sangat khidmat dan lancar.

Pelepasan balon HUT MARI ke 71 ke udara oleh Ketua Pengadilan Tinggi Samarinda didampingi oleh Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Samarinda, Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda dan Kepala Pengadlan Militer I-07 Balikpapan.

 

Photo Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Samarinda, Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda, Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda dan Kepala Pengadlan Militer I-07 Balikpapan didampingi Isteri bersama para petugas upacara peringatan HUT MARI ke -71
 

“Kita harus terus bekerja keras, terus melakukan perubahan dan perbaikan dan merubah pola pikir (mind-set) serta merubah budaya kerja (culture-set). Kita bersatu untuk bersama-sama mengembalikan kepercayaan publik terhadap peradilan” tegas Yamin Awie dalam sambutannya pada saat membuka acara tasyakuran HUT MARI ke-71 di halaman belakang gedung kantor Pengadilan Tinggi Agama Samarinda..

Hal ini disampaikan Yamin Awie, sekaligus mempertegas kembali apa yang disampaikan oleh Ketua Mahkamah Agung RI dalam naskah sambutannya, yang telah dibacakan pada saat upacara yang baru saja usai. Hal ini juga selaras dengan tema yang diusung pada acara peringatan HUT MARI ke-71 kali ini yaitu “Penguatan Akuntabilitas Peradilan dalam rangka Menggapai kembali Kepercayaan Publik”.

Dalam amanatnya, Ketua Mahkamah Agung RI mengingatkan secara tegas kepada seluruh jajaran aparatur lembaga peradilan akan bahaya intervensi yang terus mengancam indepedensi lembaga peradilan. Intervensi dari kepentingan para pihak yang berperkara, intervensi harta, dan intervensi public terhadapnya jalannya proses peradilan. Sehingga ketika kita dapat membentengi diri dari ketiga intervensi tersebut, maka independensi kekuasaan kehakiman dapat terwujud secar ideal dan pada akhirnya kepercayaan public terhadap lembaga peradilan akan kembali.

Dari inti amanat tersebut, maka Yamin Awie menyampaikan perjalanan independensi kekuasaan kehakiman di Indoensia dari beberapa periode. Pada kurun waktu 1945-1970, Independensi kekuasaan kehakiman sangat baik dan kualitas hakimnya sangat baik. Kemudian era tahun 70-an, Independensi kekuasaan kehakiman menurun dan kualitas hakimnya tetap baik. Era tahun 80-an, Independensi kekuasaan kehakiman kembali pulih dan kualitas hakimnya baik. Era tahun 90-an, Independensi kekuasaan kehakiman merosot dan kualitas hakimnya baik tapi moralnya mulai turun. Tahun 2000-2009, Independensi kekuasaan kehakiman kembali baik dan kualitas hakimnya baik, tapi moralnya terus menurun. Maka sejak tahun 2010, mulai dilakukan perubahan-perubahan seiring adanya reformasi birokrasi dengan lahirnya Blue-print Mahkamah Agung RI untuk 25 tahun ke depan hingga tahun 2035.

“Kalaupun dalam perjalanan pelaksanaan implementasi Reformasi Birokrasi ini terjadi hal-hal menyimpang seperti saat ini, itulah tantangan dari sebuah perjuangan panjang. Kita semua harus bangkit kembali, lebih bersemangat lagi dan terus berkinerja positif sehingga dapat menggapai kembali tingkat kepercayaan publik yang lebih tinggi. Tugas kita sebagaimana titipan amanah Ketua Mahkamah Agung RI dalam naskahnya adalah mampu menjaga perilaku kita masing-masing. Dan bagi kita yang berada di tingkat banding, dapat terus melaksanakan tugas kita sebagai kawal depan (voorpost) Mahkamah Agung dalam menerapkan dan mengawasi kebijakan-kebijakan Mahkamah Agung”, pungkas Yamin Awie.

  
 Pemotongan dan pertukaran penyerahan nasi tumpeng, sebagai simbol persatuan, kekeluargaan dan kebersamaan antara 4 (empat) lingkungan Peradilan wilayah Kalimantan Timur dan Utara
Tampak goyang poco-poco ala Ibu-ibu SDharmmayukti Karini Daerah Kalimantan Timur dan Utara.
 

Acara selanjutnya adalah pemotongan nasi tumpeng dimulai oleh Ketua Pengadilan Tinggi  Agama Samarinda dengan potongan nasinya diserahkan kepada Ketua Pengadilan Tinggi Samarinda, dan begitu sebaliknya, Ketua Pengadilan Tinggi Samarinda memotong nasi yang kedua, dan potongan nasinya diserahkan kepada Ketua Pengadlan Tinggi Agama Samarinda. Hal sama juga dilakukan pada pemotongan selanjutnya. Pemotongan ke-tiga dan ke-empat dilakukan pertukaran pemotongan dan penyerahan antara Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda dengan Kepala Pengadilan Militer I-07 Balikpapan. Selanjutnya makan bersama dan hiburan.

 

 

Link PA. Se-Kaltim

PTA Samarinda
Jl. Letjen MT. Haryono No. 24
Telp. (0541) 733337 Samarinda


PA Balikpapan
Jl. Kol. H. Syarifuddin Yoes No. 1
Telp. (0542) 7219469 Balikpapan


PA Tanjung Redeb
Jl. Mangga I Nomor 09
Telp. (0554) 21335 Tanjung Redeb


PA Tanah Grogot
Jl. Sultan Ibrahim Khaliuddin
Telp. (0543) 22091 Kab. Paser


PA Tenggarong
Jl. Pesut Nomor 14
Telp. (0541)6667063 Kab. Kutai Kartanegara


PA Tanjung Selor
Jl. Sengkawit
Telp. (0552) 21178 Kab. Bulungan


PA Bontang
Jl. - Telp. - Madya Bontang


PA Sangatta
Jl. Prof. Dr. H. Baharuddin Lopa,SH. No.1
Telp. (0549) 25767 Kab. Kutai Timur


PA Tarakan
Jl. Sei Sesayap No. 1
Telp. (0551) 21003 Tarakan


PA Nunukan
Jl. Tanjung No. 01
Telp.(0556) 23939 Nunukan

 

Ketua PA. Samarinda

01.syahruddin

Drs. H. SYAHRUDDIN, S.H., M.H
19561108 198203 1 003

PENGADUAN ONLINE

siwas

Informasi Perkara

sipp

Go to top